Proses Menuju Bimbingan Skripsi di HI UIN Jakarta

7:58 PM Andri Zainal Kari 5 Comments

Halo semua, sambil menunggu something big out there, saya mau cerita tentang proses berskripsi ria di kampus saya, Hubungan Internasional UIN Jakarta. Kenapa? Banyak yang nanya gimana-gimananya, jadi sekalian di tulisin aja. Biar yang nggak nanya, bisa dapat gambaran juga haha *sok iye*.

Tapi, Ini adalah proses pengerjaan di masa saya ya, tahun 2013. Sekarang kajur nya juga udah ganti, jadi bisa aja kebijakannya udah berubah. Tapi saya saya mendoakan, semoga berubah.

DAN, ini pengalaman saya ya. Situasi dan kondisi juga bisa jadi berbeda.

Well, saya akan mulai dari gimana caranya biar bisa nulis skripsi. FYI, untuk bisa menulis skripsi, proses yang di lalui cukup panjang. Nggak panjang-panjang amat sih, mungkin lebih tepatnya memakan lumayan banyak waktu. Kira-kira gini runutannya:



Kalau mengenai lulus Pengantar HI, THI 1, THI 2, dan MPHI, itu udah standar ya. Saya kasih tau biar pada aware aja. Takutnya ada yang nggak lulus mata kuliah itu, trus kaget nggak bisa ngajuin DPS. Pokoknya kalau mata kuliah-mata kuliah diatas nilainya ga lulus atau jelek, prioritasin dalam list mata kuliah yang harus di ulang ya haha.

Nah, kenapa saya bilang memakan banyak waktu? Percaya atau tidak, untuk sampai ke proses ‘Bimbingan’ itu, saya membutuhkan waktu hampir satu semester. Kurang lebih 2 atau 3 minggu sebelum Ujian Akhir semester genap, saya baru dapat dosen pembimbing dan nulis skripsi. Yaps, di ujung semester 8, yang seharusnya di ujung semester 8 itu, saya udah lulus. *tiba-tiba hening*.

Lanjut! Bersabarlah kamu wahai anak HI UIN Jakarta, karena untuk bisa daftar DPS, kamu harus lulus mata kuliah seminar, magang, KKN, lulus TOEFL dan TOAFL (bahasa arab), dan melengkapi persyaratan lainnya dulu. Sedikit berbeda (namun signifikan) dengan jurusan Ilmu Politik dan Sosiologi, dimana mereka nggak harus magang dan nggak harus nunggu nilai mata kuliah seminar dulu untuk bisa daftar DPS. Jadi kalau anak HI baru bisa daftar sidang DPS di awal semester 8, sementara anak Ilmu Politik dan Sosiologi udah bisa sejak semester 7.

Setelah daftar sidang DPS, nggak bisa langsung DPS. Pastiin dulu, dewan penguji DPS nya udah ada belum? SK penguji nya udah keluar belum?

Nah, kalau waktu saya dulu, saya udah ngajuin DPS sejak awal semester 8. Tapi, SK dosen penguji nya belum keluar. Nunggu sekitar kurang lebih Satu Bulan, dan saya itu nggak literally nunggu, tapi bolak balik bernyinyir nyinyir ke pak jajang buat nanyain kapan SK dosen penguji keluar dan kapan jadwal keluar. Sampai pak jajang kesel kali sama saya karena nanya mulu haha. Maaf ya pak.

Oke, setelah satu bulan barulah jadwal sidang DPS keluar. Jadwal sidang ya, bukan sidang. Sidangnya kapan? Karena yang daftar udah banyak banget waktu itu, jadi sidangnya juga ngantri. Dan saya dapat di Minggu ke 3. Baiklah, berarti nunggu tiga minggu lagi buat sidang DPS.

Akhirnya proposal saya masuk ke dapur sidang DPS dan di dadar di sana, alhamdulillah proposal saya lulus namun harus melakukan revisi (note: kalau kata senior-senior dan dosen, DPS pasti ada revisi).

Saya harus melakukan revisi teknis, yang waktu belajar mata kuliah seminar literature reviewnya harus di gabung sama latar belakang, sementara waktu sidang DPS penguji mintanya literature review harus di jadikan sub-bab sendiri sesuai buku panduan skripsi. Trus menghapus penjelasan-penjelasan di footnote karena saya menggunakan teknik in-text citation. Serta harus menambahkan sedikit substansinya.
Nggak susah sih, tapi waktu itu saya dapat ACC revisinya sekitar 2 minggu. Karena, salah satu dosennya susah di temui. Baiklah. Jadi dua bulan lebih sudah berlalu.

Next, sehari atau dua hari setelah dapat ACC, saya langsung mengajukan dosen pembimbing. Kata senior saya proses ini sih dua sampai tiga hari sampai kita dapat dosen pembimbing, tapi saya waktu itu dua minggu haha. Karena dosen yang ngeluarin SK kebetulan lagi sakit habis operasi. Well, setelah menunggu, akhirnya dapat dosen pembimbing dan bimbingan! Wohooo, walaupun di akhir-akhir semester 8, yang harusnya saya udah lulus. *tiba-tiba hening lagi*.

Jadi itu dia cara bisa nulis skripsi di HI UIN Jakarta. Sebagai alumni, pengen sih kasih saran ke kampus. Mudah-mudahan ada orang kampus yang mampir ke blog saya hehe. Sarannya:

  1. 1.       Kalau bisa, jurusan HI sama in aja sama Ilmu Politik dan Ilmu Sosiologi mengenai persyaratan daftar sidang DPS nya. Jadinya, anak-anak HI bisa daftar juga di semester 7, biar semester 8 pada lulus.
  2. 2.       hmm... Bisa ga kalau udah kkn nggak usah magang, atau udah magang nggak usah kkn, atau tetap dua dua nya tapi magang itu persyaratan buat ujian skripsi bukan sidang DPS? Menurut saya lebih efektif kalau magang syarat skripsi. Jadi yang pada skripsian, bisa magang di tempat-tempat yg bisa jadi bahan skripsi.
  3. 3.       Dosen penguji DPS untuk semester depan sebaiknya udah diputuskan dari semester sekarang, dan kalau bisa dua tim terus.


Kalau sistemnya masih kaya gini, saya mau kasih saran buat junior-junior:

  1. 1.       Kalau bisa, Sebelum semester 6 udah magang minimal satu bulan. Jadi waktu liburan semester 7 bisa fokus mempersiapkan proposal skripsi.
  2. 2.       Rajin-rajin ke Pak Jajang dan tanya-tanya alur-alur fix biar bisa nulis skripsi.
  3. 3.       Kalau gimana caranya biar bisa DPS semester 7, saya nggak tau caranya. Soalnya bagaimana pun harus nunggu nilai mata kuliah seminar setelah UAS semester 7. Nabung? Nggak mungkin juga mata kuliah seminar di tabung, karena buat bisa masuk kelas seminar, harus lulus MPHI di semester 6. Sedih sih.
  4. 4.       Tips agar bisa dapat dosen pembimbing dengan cepat, cari dulu dosen mana yang mau kamu jadikan dosen pembimbing. Temui dia, dan minta kesediaannya. Kalau dia bersedia langsung ajukan! Soalnya ada beberapa teman dan senior yang ngajuin dosen A dan B, tapi dapatnya dosen C, lantaran dosen A dan B udah ada banyak mahasiswa bimbingan atau schedule nya penuh dsb. Kalau bisa sih, dosen pembimbingnya itu dosen penguji DPS. Kalau bisa. Biar proses filterisasi Proposal Skripsi nya nggak terlalu panjang (nih tulisannya: http://www.andrizainal.com/2014/04/proses-penyaringan-proposal-skripsi-di.html)
  5. 5.       Kalau mengenai substansi, udah tau sendiri lah ya. Tema proposal skripsi aja sebenarnya udah di pikirin sejak semester 6 waktu mata kuliah MPHI. Apalagi sekarang perpustakaan FISIP udah kece. Sumber-sumber juga udah banyak. Jurnal online juga udah bisa di akses di American Corner, UI, Perpustakaan Nasional, dsb.



Sekian dulu. Kalau ada pertanyaan atau updatan atau koreksian, komen aja yak! Semangat dalam proses DPS-an ya!

5 comments:

  1. LULUSAN HI KERJANYA GMN KAK? TESTIMONI DI GUGEL PADA JELEK SEMUA. KATANYA LAP PEKERJAAN SEMPIT DAN GAJINYA GAK GEDE.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, terimakasih sudah berkunjung. Menurut saya bukan jelek, cuma membingungkan aja. Karena skop jurusannya terlalu luas sehingga bisa masuk ke banyak sektor. Kalau nggak tau passionnya apa dan dimana, bakal susah.

      Delete
  2. Kak, menurut kakak setelah lulus HI gimana ? Cukup mudah atau malahan susah ? Kalau boleh tau, skrg kakak kerjanya masih linier gak sama jurusan HI ?

    ReplyDelete
  3. ka, mau tanya, emang HI di UIN harus menguasai bahasa Arab ? atau kita bebas milih bahasa yg ingin kita kuasai ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. engga kok ga ada ketentuan spt itu (bantu jawab)

      Delete