Kaca yang Berdebu

1:40 AM Andri Zainal Kari 3 Comments


Lagu "kaca yang berdebu" yang dinyanyikan oleh Maidany adalah salah satu lagu (Nasyid) yang saya sukai. Ketika saya mendengarkan lagu ini, saya bisa memaknainya. Disamping terbuai dengan suara merdu mereka, saya juga bisa memetik manfaat dan mendapatkan nasehat. Lirik lagunya seperti ini :

"Ia ibarat kaca yang berdebu, jangan terlalu keras membersihkannya, nanti ia mudah retak dan pecah.,
Ia ibarat kaca yang berdebu, jangan terlalu lembut memebersihkannya, nanti ia mudah keruh dan bernoda.,
Ia bagai permata keindahan, sentuhlah hatinya dengan kelembutan.,
Ia sehalus sutera di awan, jagalah hatinya dengan kesabaran.,
Lemah lembut lah kepadanya, namun jangan terlalu memanjakannya.,
Tegurlah bila ia bersalah, namun janganlah lukai hatinya.,
Bersabarlah menghadapinya, terimalah ia dengan keikhlasan.,
Karena ia kaca yang berdebu, semoga kau temukan ia bercahayakan iman.,"
Anggaplah seseorang itu sebagai "kaca yang berdebu", dan kita hendak membersihkannya. Kalau kita terlalu lembut membersihkannya, maka kaca itu akan cepat keruh dan kembali bernoda. Apabila kita terlalu keras membersihkannya, maka kaca itu akan retak dan pecah. Berarti kita harus sangat hati-hati dengan "kaca yang berdebu". Kita harus lemah lembut kepadanya, tapi jangan sampai terlalu memanjakannya, bila ia bersalah kita tegur, tapi jangan sampai melukai dan menyakiti hatinya.
Falsafah "kaca yang berdebu" mungkin bisa menjadi pegangan kita. Kita bisa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa menggunakannya untuk dipedomani dalam kehidupan bermasarakat dan bersosial. Kaca yang berdebu. Ya! Kaca yang berdebu.
Andaikan semua orang memegang falsafah ini. Dunia akan damai. Karena semua sabar, semua ikhlas, semua berhati-hati dalam bertindak.
Banyak orang (mungkin termasuk saya) menganggap orang lain itu bukan sebagai kaca yang berdebu. Tapi malah menganggap mereka seperti "Batu Karang". Batu karang yang selalu siap diterjang angin dan dihempas ombak. Lisan tidak terjaga hingga menyakiti, tindakan dan sikap tidak terayomi lagi hingga melukai.
Itulah manusia, yang selalu berbuat salah dan khilaf. Karena kadang tindakan itu tidak mereka ingini dan niati. Namun tetap saja manusia itu gampang berbuat khilaf. Manusia dipenuhi dengan rasa dan hawa nafsu. Itulah manusia. Yang sepertinya memerlukan pengingat, agar saat berjalan maupun berlari, mereka tidak terjatuh, terpental, ataupun salah arah. Mungkin lagu ini, bisa menjadi salah satu pengingat itu. Bagi yang belum pernah dengar lagunya, bisa di download disini : Kaca Yang Berdebu

3 comments:

  1. Perasaan yg nyanyiin lagu kaca berdebu maidany dari album bahasa jiwa..

    apa betul pernah dengar saujana yg bawaiin??

    ReplyDelete
  2. oh iya...
    terima kasih atas koreksinya...
    waktu ngetik ini, ana lagi dengerin lagu cinta 5 perkaranya Saujana... jadi terbawa arus hhehhe (ngeles Mode on.. )

    ReplyDelete
  3. Wow... menarik artikel awak....

    Take a look at my web page; Jubah Moden

    ReplyDelete