Indonesia atau Malaysia? Sama aja!!

9:56 PM Andri Zainal Kari 6 Comments


Meski mungkin udah telat membahas masalah ini, but never mind lah. Saya ingin mengangkatnya lagi. Saya memang kurang menyimak gejolak apa lagi yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia belakangan ini, setelah saya mendengar pemberitaan utama. Pemberitaan utama yang saya dengar adalah, Malaysia menangkap aparat Indonesia di perairan Indonesia, ketika aparat Indonesia tersebut menangkap nelayan Malaysia karena mereka masuk perairan Indonesia.
Spontan saya menyalahkan Malaysia! Brengsek banget! Dalam hati saya. Mungkin saat itu jiwa nasionalisme saya lagi tinggi, dan dibumbui dengan gejolak-gejolak emosi.
Beberapa hari kemudian, saya dengar lagi kalau ada LSM Indonesia yang melakukan aksi melempar kotoran manusia ke kedutaan Malaysia. Hati saya langsung berdetak. Kurang ajar banget tu LSM. Parah.
Tapi saya tetap merasa kesal juga kepada Malaysia, Saat itu. Makanya saya tidak menyimak lagi pemberitaan itu. sudah males dan benci dengan tindakan Malaysia. Saya lebih tertarik dengan berita kematian pemuka agama HKBP di Bekasi.
Tapi di kelas pertama Hukum Internasional, pembahasan ini di angkat dan singgung sedikit oleh dosennya. Hampir saya pengen mengemukakan kekesalan saya tersebut. Tapi untung saja tidak jadi karena sang dosen sudah menanyai beberapa teman saya dan membahasnya. Dan saya sekarang mengerti. Bagaimana sebenarnya masalah ini.

Dosen saya (Harun Nasution), saat itu mengadakan halal bi halal dengan beberapa dosen-dosen dan ahli hukum di Indonesia. Dan beliau meminta penjelasan dari bapak Sumarno Suryokusumo (kalau tidak salah), pakar hukum internasional dan diplomasi, mengenai kondisi iini. Ia pun menjelaskan.
"sebenarnya Indonesia dan Malaysia sama-sama salah." Apa kesalahan Indonesia? Memang saat itu Aparat menangkap kapal nelayan Malaysia di perairan Indonesia. Tapi tidak hanya menangkapnya, tapi "memeras" juga (I believe u understand what I mean). Tapi setelah di "peras", tidak di lepas malah di giring dulu ke daerah abu-abu (gray line). Disanalah Aparat Indonesia di tangkap oleh Aparat Malaysia.
Lalu apa kesalahan Malaysia? Ya jelas sekali karena menagkapi aparat kita, penjaga perbatasan di area abu-abu. Bahkan diperlakukan sebagai pelanggar peraturan internasional, sampai-sampai di telanjangi dan sebagainya. Padahal mereka adalah aparat yang sedang patroli. Dan juga itu berada di daerah abu-abu. Itu lah kesalahan Indonesia dan Malaysia.
Lalu apa solusinya? Bagaimana agar dua negara "serumpun" ini tidak bersengketa lagi mengenai perbatasan. Ya kedua negara ini harus segera menentukan batas-batas pasti antara kedua negara. Walaupun (kata dosen saya) memerlukan waktu yang sangat lama, tapi harusnya sudah dimulai dari dahulu dong, sejak kasus sipadan dan linggitan. Atau setelat-telatnya ya sekarang. Ya agar kasus-kasus yang kaya gini nggak muncul lagi. Ok3. Jadi Asumsi saya pertama kali sudah salah. Ini juga memberikan pelajaran kepada saya, bahwa berasumsi di awal, tidak baik.
"The Real Problem is Not from the Outside, but actually from the inside"

6 comments:

  1. Ya Salaam....Calon pakar hukum slanjutx... :D

    berbeda Andri yg skrg dgn Andri yg uni kenal waktU ESDe DAn ESempe dulu.. :p hehe.. Tetap smangat y kuliahx! Jayakan KotoBaru dgn ilmu2 hukum sesuai qur'ansunNah y An :D:D

    ReplyDelete
  2. waktu MAPK ni? hhhehe...

    mohon doa ni..
    dan sama2 berjuang, karena kan we are the next generation, we are fighting for the future hhehe

    ReplyDelete
  3. Wkt d PK?? Nah..dr sini mulai berkembangx...shg jd sPt skrg ini..^^

    Mantap,mantap.. Uni suka bAca blog An... Trus d update ya..^^

    ReplyDelete
  4. masalah ini mungkin iya..
    karena kronologis sebenarnya, dalam artian kejadian penangkapan nelayan oleh aparat, masih simpang siur
    kalo pun benar di "peras", bukan tindakan yang benar untuk menangkap aparat Indonesia, bisa juga dikatakan aparat itu akan dihukum di Indonesia bukan di tangkap oleh aparat Malaysia dan disamakan dengan tahanan dan juga mengembalikan apa yang diambil oleh aparat Indonesia....
    karena ketika terjadi penangkapan aparat suatu negara oleh aparat negara lain, hal tersebut sudah menyalahi undang2 Internasional, kecuali membawa surat penangkapan dan surat tersebut disahkan oleh pihak Indonesia...

    ReplyDelete
  5. mantap nak dosen........dah pintar kritikannya euy......tambah lagi lah referensinya gan....masak cuma dari satu pihak...biar menarik gt...

    ReplyDelete
  6. @ka bintang: iya... itulah kesalahan malaysia kak...
    malaysia jelas2 melanggar hukum internasional...

    kesalahan Indonesia, di "peras"nya itu, dan peng-giringan ke daerah abu2 itu, penggiringan itu di lakukan (kata pa Nazaruddin) karena ada yang tertinggal... tapi andr ragu maksudnya apakah masih ada nelayan Malaysia yang tertinggal dan belum di"peras" atau bagaimana... mengapa setelah penangkapan tidak langsung di bawa ke Indonesia?
    andai aparat tadi tidak suka "peras", duit gelap, atau sogok... pasti ketahanan nasional kita terjaga kak... tapi sayang, negara hukum dan negara demokrasi terbesar ke 3 di dunia ini, belum maksimal menegakkan hukum dinegaranya ini... kita lah nanti yang menjadi next generation, yang akan memperbaikinya.. hhehe (gaya banget ya gw ka bintang hhaha)

    sampai-sampai, kita di kelas sepakat,
    - "jangan sampai "penjahat" kita anggap sebagai "pahlawan", atau "pahlawan kita anggap sebagai "penjahat"...
    - masalah terbesar Indonesia sebenarnya bukan dari luar Indonesia, tapi dari dalam Indonesia itu sendiri...

    thks udah menanggapi ka... that's really make me happy...

    @ni lina : Ok3 ni.... thnks... support terus ya ni,... =)

    @ fauzan : nantikan saja zan.. ok3... =)

    ReplyDelete